INDONESIA JUARA!! Setelah 19 tahun penantian, akhirnya Indonesia kembali menjuarai pertandingan beregu putra Thomas Cup untuk yang ke-14 kali. THOMAS CUP 2020 BENER-BENER UNPREDICTABLE!!!!

Well, karena kelas Digital Library Marketing hari ini ditugasin untuk ngerjain tugas UTS, oke gue akan mengerjakannya dengan semangat!!! Tapii, gue mau bahas tentang pertandingan Thomas Cup 2020 tadi malam. Diawali dengan line up mengejutkan seperti dibawah ini,

Kenapa mengejutkan? Kevin dipasangkan dengan Daniel!! Bukan di fase grup, tapi di FINAL! Siapa yang nggak penasaran dengan permainan mereka berdua coba? Semua pasti penasaran, tapi semua juga mau pertandingan berhenti di Jonathan Christie dengan skor 3-0 untuk Indonesia.

Pertandingan pembuka laga final diawali dengan match Antonhy Sinisuka Ginting vs Lu Guang Zu. Banyak netizen berharap Ginting bisa memenangi pertandingan dengan straight game dan membuka keunggulan untuk Indonesia, akan tetapi nyatanya Ginting mengalami kekalahan pada set ke-1. Tidak menyerah begitu saja, Ginting berjuang di set ke-2 dan memulai permainan yang sangat cantik. Netting serta gerakan Ginting dalam mengarahkan suttlecock membuat gue lagi-lagi terpukau, dia tuh kaya menari di atas lapangan. Akhirnya pertandingan set ke-2 berhasil dimenangi oleh Ginting dan perjuangannya masih berlanjut ke match berikutnya. ON FIRE, definisi Ginting pada set ke-3. Di interval pertama Ginting berhasil meraih skor 11-4. Menurut gue, Ginting berhasil membawa match kedalam permainannya dia, jadi dia lebih santai, fokus, dan tentu serangan-serangannya tepat sasaran. I have no words, bener-bener terginting-ginting. Skor akhir set ke-3 adalah 21-16 kemenangan untuk Ginting dan 1 poin pertama untuk Indonesia.

Siapa yang lagi on fire sejak quarter final? FAJRI! Menurut gue, mereka berdua lagi on fire banget sih. Di quarter final hampir mengalahkan Gold Medalist Olympic Tokyo 2020! Kalau di laga quarter final dan semi final Fajar dan Rian menjadi MD ke 2, tapi di final kali ini mereka jadi MD ke 1. Fyi, mereka menjadi MD pertama karena kondisi Marcus Gideon sudah kelelahan, akan tetapi Kevin siap bertanding dan memilih untuk berpasangan dengan Daniel Marthin sebagai MD ke 2. Gue pribadi sangat yakin FajRi bisa memenangi pertandingan kali ini dan pastinya tetep berdoa untuk kemenangan mereka. Interval match pertama berhasil diraih oleh Fajar dan Rian. Defense dari Fajar dan Smash dari Rian merupakan kombinasi yang sangat baik! Tidak bermain dengan rally-rally panjang, Fajar dan Rian bermain bola-bola pendek dan cepat, hmm ngingetin gue sama The Minions. Fajar dan Rian berhasil memenangi pertandingan ini dengan skor 21-12  21-19. Indonesia berhasil unggul dari China dengan skor 2-0

Dengan kemenangan Ginting serta Fajar dan Rian tentunya kita sangat berharap Jonathan Christie bisa memenangi pertandingan dan membawa Indonesia untuk menjadi juara. Walaupun mau banget liat Kevin dan Daniel bertanding di turnamen besar, tapi untuk kali ini nggak dulu deh. Sedikit bahas tentang permainan Jonathan Christie atau biasa dipanggil Jojo ini memang performanya agak menurun sejak tahun 2020. Gue banyak baca komentar netizen Indonesia di Twitter tentang Jojo, ada yang menyuruh Jojo untuk pensiun,  ada yang bilang Jojo nggak bisa main bulutangkis, modal tampang doang, dan bahkan ada yang menyuruh pada pelatih tidak mengambil resiko untuk menurunkan Jojo di laga quarter final dan semifinal Thomas Cup 2020 ini. Well, Jojo membungkam semua komentar itu melalui kemenangannya di laga quarter final dan semifinal. Di laga semifinal melawan Anders Antonsen peringkat 3 dunia yang merupakan seorang atlet dari Denmark, Jojo memenangi pertandingan dengan durasi 100 menit! WOW! Defense serta serangan dari Jonathan Christie ini bener-bener berkembang seperti Jojo pada Asian Games 2018. Definisi dari comeback di waktu yang tepat, Jo! Berhasil memenangi set ke-1, Jonathan Christie yang kebanyakan matchnya berhasil dimenangi dengan rubber set kembali kehilangan game kedua di laga final melawan China. Setelah skor 15-13, menurut gue, Jojo mulai menguasai pertandingan dan berhasil melebarkan keunggulan menjadi 19-13. JUARA! Dengan skor 21-14 Jonathan Christie berhasil membawa Indonesia menjadi Juara Thomas Cup 2020.

Seperti yang gue bilang pada awal tulisan, Thomas Cup kali ini bener-bener nggak terduga kemenangannya. Dimulai dari masuk ke grup neraka yang isinya tim kuat, seperti Chinese Taipei, Thailand, dan Algeria. Mengingat performa dari tunggal putra dan minions yang lumayan menurun di Sudirman Cup rasanya jika lolos grup saja sudah alhamdulillah. Tidak berharap untuk menjadi juara grup dan hanya ingin lolos ke quarter final, Tim Thomas Indonesia malah menjadi juara Grup A. Shesar Hiren Rhustavito, nama yang berhasil membawa kemenagan di laga penentuan pada saat melawan Chine Taipei dan Thailand di babak Grup. Bermain dengan tenang, Vito berhasil menjadikan Indonesia sebagai juara Grup A. Tidak berharap bertemu dengan Malaysia di laga quarter final akibat kekalahan di Sudirman Cup, lagi-lagi ditakdirkan untuk bertemu Malaysia di quarter final. Kenyataannya, justru Indonesia menang telak dengan skor 3-0. Tidak ingin bertemu dengan tuan rumah Denmark yang memiliki tunggal putra unggulan, ditakdirkan bertemu dengan tuan rumah dan Indonesia memenangi pertandingan dengan skor 3-1. Bertemu China di laga Final, Indonesia berhasil menang telak dengan skor 3-0.

Perhatian! Tulisan diatas adalah murni reaction gue sebagai badminton lovers baru. Jika ada kesalahan tulisan, kata, serta sebutan untuk sebuah pertandingan bulutangkis, gue minta maaf dan mohon dijelaskan pada kolom komentar apabila memang ada kesalahan. Terimakasi sudah mau membaca tulisan ini! I’m Happy! Congrats Indonesia!! See you di tulisan-tulisan jihan yang lainnya.