Kalau ketemu orang yang pernah nonton Partner For Justice, pasti gue akan excited banget buat bahas kdrama yang satu ini. Beda dari Kdrama lain, Partner For Justice ini bercerita tentang seorang dokter forensik, jaksa, dan detektif yang berkerja sama untuk memecahkan suatu kasus. Drama yang berjumlah 32 episode ini dibagi menjadi 2 season, dan menurut gue harus ada season 3 karena cerita di akhir season 2 masih gantung!!


Baek  Beom yang diperankan oleh Jung Jae-young merupakan seorang ahli forensik yang memiliki kepribadian buruk, pemarah, perfeksionis, tapi Baek Beom sangat andal dalam pekerjaannya, mengungkap misteri pembunuhan lewat autopsi yang ia lakukan. Disisi lain, Eun Sol (Jung Yoo-mi) adalah perempuan pintar yang baru menjadi jaksa, ia juga dipandang sebelah mata oleh ayahnya dan dianggap tidak kompeten dalam pekerjaannya, namun Eun Sol kerap membuktikannya dengan cara sangat bertanggung jawab terhadap kasusnya dan ia ingin selalu terlibat dalam penyelidikan langsung bersama Baek Beom (Jung Jae-young) dan detektif Cha Soo-ho (Lee Yi-kyung).

Ok udah segitu aja pengenalan karakternya. Awalnya gue nonton Partner For Justice ini cuma iseng aja, karena Kdrama on-going yang gue tonton udah tamat. Nyoba nonton 1 sampe 2 episode dan wow gue ketagihan dan akhirnya 2 season tamat dalam 3 hari. Kenapa? Cara Baek Beom dan Eun Sol memecahkan kasus di episode 1 dan 2 ngebuat gue terkesima dan penasaran gimana mereka bakal mecahin kasus di episode lainnya. Kasus yang dikira pemerkosaan yang diubah menjadi kecelakaan oleh pelaku di episode 1 langsung disanggah oleh Baek Beom, karena menurutnya itu murni kecelakaan biasa.

Kalau kalian nonton Voice Series penjahat dan penyebab kematian bakal ditemuin sama detektif atau di He Is Psychometric penyebab suatu kejadian bakal ditemuin sama kekuatan supranaturalnya Lee Ahn dengan cara menyentun benda atau anggota tubuh seseorang, sedangkan di Partner For Justice penyebab kematian bahkan penjahat bisa ditemuin lewat autopsinya Baek Beom, entah Baek Beom sendiri yang langsung tau atau ia akan menanyakan kepada Stella Hwang (Stephanie Lee) seorang peneliti sekaligus ahli toksikologi dari badan forensik nasional tentang zat kandungan apa yang bisa menyebabkan kematian di dalam tubuh mayat.


Kasus-kasus di drama ini ngga ada yang berhasil gue tebak pelaku kejahatannya siapa, karena plotwist di setiap kasus sangat nggak terduga. Entah gue yang lambat mikir atau emang sangat plotwist sampe nggak ketebak. Baek Beom rela ngelakuin apapun demi mecahin kasus, misalnya dia rela bongkar makam demi tes DNA korban, dan dia totalitas saat autopsi, nggak pakai masker biar bisa nyium aroma dari mayat, ngapain coba? Eun Sol, temen-temennya, dan petinggi BFN aja bingung kenapa Baek Beom kaya gitu. Ada satu kasus pembunuhan berantai yang penjahatnya bisa ketangkep gara-gara Baek Beom nyium bau oli di area luka tusuk mayat. Itulah kenapa dia gamau pake masker, biar totalitas. Eun Sol juga nggak ketinggalan dalam mecahin kasus dan memjatuhkan hukuman bagi penjahat dari korban pembunuhan, kadang Baek Beom juga bisa menemukan sebuah ide untuk mengetahui penyebab kematian dari pertanyaan Eun Sol terhadap hasil autopsi.

Walaupun drama ini termasuk kedalam genre kriminal misteri yang cukup serius, karakter lain seperti Cha Soo-ho, Stella Hwang, dan Jang Sun-jo lewat dialog-dialog tentang kisah cinta segitiga mereka, seperti Cha Soo-ho yang menyukai Stella Hwang hanya karena ia cantik dan Jang Sun-jo yang menyukai dan selalu berusaha menghibur Stella Hwang karena ia tidak mau Stella Hwang kesepian lagi. Properti dan makeup dalam drama ini, seperti mayat, tengkorak, atau semua senjata yang ada di rumah Baek Beom sangat totalitas, semua aktor dan aktris memerankan karakternya dengan sangat bagus seolah olah mereka memang berkerja dibidang itu. Sampai kalau gue baca ada kasus kematian atau pembunuhan misterius di dunia nyata yang nggak bisa atau belum bisa dipecahkan, gue suka mikir ‘aduh dunia ini butuh dokter forensik kaya Baek Beom yang nggak pernah nyerah buat dapetin penyebab kematian.’

Balik lagi, semua sesuai selera masing-masing, bagi yang nggak suka tindakan operasi, membedah atau menjahit mungkin akan anti dengan drama ini. Tapi bagi gue drama ini merupakan salah satu yang masuk ke Top 10 Kdrama versi Jihan, karena disetiap episodenya selalu menyediakan kasus baru dengan cara penyelesaian yang membuat gue terkesima.